Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Kemenag Bone Bolango Meriah, Kepala Madrasah Antusias Bahas Jaminan Pensiun

TAPANULI, Bone Bolango – Sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Gorontalo yang digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone Bolango berlangsung meriah dan penuh antusias, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para kepala madrasah, guru, serta tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan Kementerian Agama Bone Bolango.

Dalam kegiatan itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, Sanco Simanullang, memaparkan berbagai manfaat program perlindungan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi tenaga non-ASN dan guru madrasah.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Banyak peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait manfaat program, mekanisme pendaftaran, hingga perlindungan jaminan pensiun.

Seluruh pertanyaan dijawab langsung oleh Sanco Simanullang secara detail dan santai sehingga membuat peserta semakin memahami pentingnya perlindungan ketenagakerjaan.

Dalam pemaparannya, Sanco menjelaskan bahwa dengan iuran sekitar Rp318 ribu per bulan, peserta sudah dapat memperoleh perlindungan lima program BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Banyak peserta baru mengetahui ternyata manfaatnya sangat besar dengan iuran yang relatif terjangkau. Terutama manfaat jaminan pensiun yang sangat penting untuk masa depan tenaga pendidik non-ASN,” ujar Sanco usai kegiatan.

Para peserta mengaku sosialisasi tersebut membuka wawasan mereka terkait pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan.

“Sangat membuka cakrawala kami tentang manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Ternyata manfaat jaminan pensiun dan perlindungannya sangat besar bagi guru-guru non-ASN,” ungkap salah satu peserta.

Pelaksana Tugas Kepala Kementerian Agama Bone Bolango, Asrul Asapa, yang juga menjabat sebagai Kepala Bimas Islam Kemenag Provinsi Gorontalo, turut mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman baru bagi kepala madrasah dan tenaga pendidik mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya program jaminan pensiun bagi non-ASN dan guru swasta.

“Alhamdulillah sosialisasi ini sangat menguntungkan bagi kami para guru madrasah. Untuk non-PNS, terutama terkait pensiun, ini sangat menarik. Insya Allah kami akan mencoba dua program dulu dan selanjutnya secara bertahap menuju full lima program dengan mempertimbangkan kemampuan,” ujar Asrul Asapa.

Ia juga menegaskan bahwa pihak Kemenag Bone Bolango berencana menindaklanjuti hasil sosialisasi tersebut melalui surat imbauan kepada seluruh tenaga non-ASN, guru, serta tenaga kependidikan di lingkungan Kemenag agar ikut dalam program BPJS Ketenagakerjaan, khususnya jaminan pensiun.

“Ke depan insya Allah akan kami tindaklanjuti melalui surat himbauan dan anjuran agar seluruh non-ASN, guru, dan tenaga kependidikan di lingkungan Kemenag dapat ikut program jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab langsung terkait mekanisme kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah.

(Agung)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles