Wabup Samosir Teken MoU DTSEN, Perkuat Akurasi Data untuk Program Sosial dan Pembangunan Daerah

MEDANWakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bersama pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara di Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (17/10/2025). Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pengelolaan data yang terintegrasi guna mendukung program bantuan sosial dan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.

Penandatanganan MoU dilakukan dalam rangkaian Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto–Indikator Sosial Ekonomi (PDRB-ISE) se-Sumatera Tahun 2025, yang mempertemukan pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), serta berbagai pemangku kepentingan pembangunan di wilayah Sumatera.

Melalui pengelolaan DTSEN, pemerintah pusat dan daerah diharapkan memiliki basis data sosial ekonomi yang akurat, mutakhir, dan terpadu. Data tersebut akan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan, penyaluran bantuan sosial, serta berbagai program intervensi pemerintah agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada BPS RI dan seluruh kepala daerah di Sumatera Utara atas komitmen mereka dalam mewujudkan satu data pembangunan daerah.

“Sumatera Utara menjadi ladang terbuka investasi, salah satunya melalui Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Tingkat investasi di Sumatera Utara harus meningkat hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Kami yakin ketika konektivitas ekonomi semakin baik, Pulau Sumatera dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan nasional,” ujar Bobby.

Menurut Bobby, sinergi antar-daerah menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Berbagai potensi yang dimiliki kabupaten dan kota di Sumatera Utara perlu dioptimalkan melalui kolaborasi yang kuat serta dukungan data yang valid sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengapresiasi kontribusi Pulau Sumatera terhadap perekonomian nasional. Ia menyebutkan bahwa Pulau Sumatera menyumbang sekitar 22 persen terhadap pendapatan nasional.

“Pada triwulan II tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera meningkat sebesar 0,51 persen menjadi 4,96 persen dibandingkan periode sebelumnya,” jelas Sonny.

Selain penandatanganan MoU DTSEN, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Portal Anjungan Satu Data Provinsi Sumatera Utara (PASADA) oleh Gubernur Sumatera Utara bersama BPS RI. Aplikasi ini diharapkan menjadi sarana integrasi dan pemanfaatan data yang lebih efektif untuk mendukung perencanaan pembangunan berbasis data.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai sesi diskusi dan pemaparan yang membahas transformasi digital dalam perencanaan pembangunan, indeks transformasi digital wilayah Sumatera, dukungan Bank Indonesia terhadap pengembangan ekonomi digital, sinergi pembangunan bioindustri, serta kebijakan fiskal dalam mendukung investasi dan hilirisasi di Pulau Sumatera.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles