SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara merencanakan pembangunan gedung pertunjukan berkapasitas 15.000 penonton dan Taman Presiden Republik Indonesia di kawasan Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo. Proyek tersebut diharapkan menjadi ikon baru yang mampu memperkuat daya tarik pariwisata Danau Toba, khususnya di Kabupaten Samosir.
Rencana pembangunan tersebut ditinjau langsung oleh Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom bersama Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Yudha Pratiwi Setiawan, saat melakukan monitoring lokasi di kawasan Open Stage Tuktuk Siadong, Kamis (16/10/2025).
Menurut Vandiko, pembangunan gedung pertunjukan merupakan tindak lanjut atas usulan Pemerintah Kabupaten Samosir kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026 dengan anggaran sekitar Rp15 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara.
Gedung pertunjukan yang akan dibangun meliputi amfiteater, plaza amfiteater, panggung utama, ruang operator, ruang ganti, ruang tamu, fasilitas tata suara dan pencahayaan, toilet, serta area parkir seluas sekitar 4.100 meter persegi. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan seni, budaya, dan hiburan berskala besar di kawasan wisata Danau Toba.
Selain pembangunan gedung pertunjukan, pemerintah juga merencanakan pembangunan Taman Presiden Republik Indonesia pada tahap berikutnya. Taman tersebut akan menampilkan patung para Presiden Republik Indonesia sebagai simbol perjalanan sejarah bangsa sekaligus menjadi daya tarik wisata baru di Tuktuk Siadong.
“Dulu tempat ini menjadi salah satu ikon Tuktuk. Saat ini perlu dihidupkan kembali. Kami menargetkan akan ada patung Presiden Republik Indonesia dari masa ke masa, bahkan hingga 100 tahun ke depan. Keunikan itu diharapkan menjadi ikon baru di Kecamatan Simanindo, khususnya Tuktuk Siadong,” ujar Vandiko.
Menurutnya, pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas utama, tetapi juga harus didukung dengan aksesibilitas yang memadai. Karena itu, infrastruktur jalan menuju lokasi juga perlu mendapat perhatian agar mampu menunjang aktivitas wisata dan kegiatan masyarakat.
“Jalan masuk dan keluar menuju lokasi harus diperhatikan dan ditingkatkan kualitasnya. Ke depan, kami berharap berbagai kegiatan kemasyarakatan juga dapat diselenggarakan di kawasan ini,” katanya.
Vandiko menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara yang telah memberikan perhatian dan mengakomodasi usulan pembangunan tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dapat mempercepat realisasi proyek yang dinilai strategis bagi pengembangan pariwisata Samosir.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara Yudha Pratiwi Setiawan menjelaskan bahwa pembangunan tahap pertama akan difokuskan pada penataan dan pembangunan gedung pertunjukan.
“Tahap pertama akan dilakukan pembangunan panggung baru dengan desain yang lebih representatif dan modern,” kata Yudha.
Ia menambahkan, desain kawasan akan tetap mempertahankan panorama Danau Toba sebagai daya tarik utama. Oleh karena itu, pembangunan panggung dan fasilitas pendukung dirancang agar tidak menghalangi pemandangan ke arah danau.
“Panggung tidak akan menutupi pemandangan ke Danau Toba. Lokasi ini sangat potensial. Kami berharap nantinya memiliki ikon khusus yang menjadi kebanggaan masyarakat dan mampu mendukung aktivitas seni, budaya, serta ekonomi kreatif,” ujarnya.
