BLINKISS, Samosir – Pemerintah Kabupaten Samosir memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas Karhutla Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati Samosir, Selasa (9/6/2026).
Rakor yang dibuka Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla, sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan ajang internasional Trail of The Kings (ToTK) 2026 yang berlangsung 12–14 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD terkait, para camat, kapolsek, danramil, kepala desa dari Kecamatan Sianjur Mulamula, Harian, dan Sitiotio, serta Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Samosir, Sarimpol Simanihuruk, menyampaikan bahwa Rakor Karhutla bertujuan menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam pencegahan, penanggulangan, dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah menyusun langkah strategis kesiapsiagaan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor menghadapi potensi Karhutla di Kabupaten Samosir.
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menegaskan bahwa koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam meminimalisir risiko Karhutla.
“Rapat koordinasi ini bertujuan menyatukan persepsi dalam pencegahan dan penanganan Karhutla, menyusun langkah-langkah strategis kesiapsiagaan, serta membangun sinergitas dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Samosir,” ujar Ariston.
Ia mengatakan, peran BPBD, Manggala Agni, KPH Wilayah XIII Dolok Sanggul, TNI, Polri, Satpol PP, relawan, hingga masyarakat sangat penting dalam pengendalian Karhutla.
Ariston juga menekankan pentingnya patroli terpadu, pengawasan kawasan rawan, serta peningkatan kesadaran masyarakat sebagai langkah pencegahan dini.
Menurutnya, kesiapsiagaan Karhutla menjadi semakin penting mengingat Kabupaten Samosir akan menjadi tuan rumah Trail of The Kings 2026 yang menghadirkan ribuan peserta, pendamping, dan wisatawan dari berbagai daerah maupun negara.
“Seluruh unsur Satgas Karhutla harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan personel di lapangan guna memastikan keamanan kawasan, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung kelancaran penyelenggaraan ToTK 2026,” kata Ariston.
Dalam rakor tersebut, peserta juga mendapatkan paparan dari UPT KPH Wilayah XIII Dolok Sanggul, Manggala Agni, Kodim 0210/TU, Polres Samosir, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, serta BMKG terkait kondisi cuaca, potensi kerawanan, dan langkah penanganan Karhutla.
Melalui Rakor Satgas Karhutla 2026, Pemkab Samosir berharap sinergi pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga lingkungan serta memastikan pelaksanaan Trail of The Kings 2026 berjalan aman dan sukses.
