Sabtu, Januari 17, 2026

Lonjakan Penyakit Pascabanjir Ancam Warga Medan, DPRD Desak Dinkes Perkuat Respons Cepat

MEDAN -Ancaman peningkatan berbagai penyakit pascabanjir mulai dirasakan warga Kota Medan. Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, demam, hingga diare kini menjadi perhatian serius. Melihat situasi tersebut, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan, H. Iswanda Ramli SE, mendesak Dinas Kesehatan Kota Medan memperkuat langkah respons cepat di seluruh wilayah terdampak banjir.

Iswanda Ramli menilai penanganan kesehatan pascabanjir tidak dapat mengandalkan mekanisme pelayanan biasa. “Kondisi ini membutuhkan penanganan ekstra. Data di lapangan sudah menunjukkan adanya peningkatan kasus penyakit pascabanjir,” ujar Iswanda dalam keterangannya kepada wartawan di Medan, kemarin.

Ia menegaskan bahwa pola jemput bola harus diutamakan untuk mencegah bertambahnya warga yang jatuh sakit. Menurutnya, puskesmas tidak boleh hanya menunggu kedatangan pasien, tetapi wajib aktif mendatangi warga dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung.

“Dinas Kesehatan Medan harus bergerak cepat. Jangan menunggu warga datang ke puskesmas. Petugas kesehatan harus turun ke rumah-rumah untuk memberikan pelayanan dan penanganan awal yang tepat,” tegas Anggota DPRD yang akrab disapa Nanda tersebut.

Nanda memprediksi kunjungan pasien ke puskesmas akan meningkat tajam dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, ia meminta agar tenaga kesehatan dibagi dalam dua tim: satu tim melakukan kunjungan lapangan, sementara tim lainnya tetap berjaga di puskesmas untuk memastikan pelayanan tidak terganggu.

Sebagai Sekretaris Komisi II DPRD Medan yang membidangi kesehatan, Nanda menyebut fase pascabanjir sebagai periode yang paling krusial. Ia mengingatkan bahwa dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis bagi warga yang kehilangan harta benda.”Dari sisi kesehatan fisik dan mental, warga terdampak banjir harus mendapat perhatian penuh. Efek domino pascabencana sangat besar dan bisa menimbulkan kerugian jangka panjang,” jelasnya.

Situasi peningkatan pasien juga terlihat di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kepala Puskesmas Medan Area Selatan, dr. Devrinawati, mengonfirmasi bahwa sejak banjir melanda kawasan tersebut, jumlah pasien yang datang untuk mendapatkan perawatan terus bertambah.

“Memang ada peningkatan pasien pascabanjir,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/12/2025).Dengan terus meningkatnya risiko kesehatan, DPRD Medan berharap Pemko Medan segera mengoptimalkan koordinasi, memperkuat distribusi obat, serta memastikan seluruh puskesmas memiliki tenaga medis yang cukup untuk menghadapi lonjakan pasien.(jn/amr)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest Articles