SAMOSIR – Makam Raja Sidabutar, salah satu situs budaya penting di Desa Tomok, Kabupaten Samosir, resmi direnovasi dan diresmikan oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Sondang Sidabutar, Shinta Maruarar Sirait, dan Pembina Social Gracia Community Lina Nurdin Tampubolon, pada Selasa (26/8/2025).
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian keluarga Sabam Sirait–Sondang Sidabutar, orang tua dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait, terhadap pelestarian warisan budaya Batak dan pengembangan pariwisata Samosir.
Renovasi dilakukan menyeluruh, meliputi pengecatan area makam, perbaikan bangku, pemasangan bendera, penataan taman, dan pembentukan tim kebersihan untuk menjaga area situs. Selain itu, turut dilakukan renovasi fasilitas umum, seperti toilet di kompleks makam, pelabuhan Tomok, dan Creative Hub Samosir, serta pemberian bantuan mobil ambulans.
Bersama Social Gracia Community, keluarga juga akan melaksanakan bakti sosial pembagian sembako bagi masyarakat sekitar.
Bupati Vandiko menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian keluarga besar Sabam Sirait terhadap pelestarian budaya dan pariwisata Samosir.
“Perhatian Bapak Maruarar terlihat dari kunjungan keluarga hari ini. Terima kasih kepada Ibu Sondang atas kepedulian nyata melalui renovasi situs leluhur Batak ini. Semoga selalu diberikan kesehatan dan umur panjang,” ujar Vandiko.
Ia menegaskan, Pemkab Samosir siap berkolaborasi menjaga keberlanjutan situs budaya tersebut.
“Kalau ada kendala, silakan sampaikan kepada kami agar bisa diselesaikan bersama. Pemkab Samosir siap bekerja sama untuk merawat objek wisata ini,” kata Vandiko.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak perantau asal Samosir untuk turut berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kami bangga memiliki putra-putri Samosir yang sukses di perantauan. Semoga semakin banyak yang peduli dan ikut membangun kampung halaman,” tambahnya.
Bupati Vandiko meyakini, peningkatan fasilitas wisata di kawasan Tomok akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
“Setelah direnovasi, fasilitas di sini sudah bertaraf internasional. Saya yakin akan memberi pengalaman terbaik bagi wisatawan,” ujarnya.
Sementara itu, Sondang Sidabutar berharap renovasi makam Raja Sidabutar dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan menumbuhkan rasa cinta budaya di kalangan generasi muda.
“Generasi muda harus ingat dengan leluhur dan budaya Batak, termasuk ciri khas uning-uningan agar tidak hilang. Saya senang bisa pulang dan berkunjung ke Samosir,” ucapnya.
Shinta Maruarar Sirait turut menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Samosir atas kerja sama yang baik selama proses renovasi.
“Kami berharap pemerintah terus membantu edukasi masyarakat agar pedagang di sekitar objek wisata dapat bekerja sama, menjaga kebersihan, dan memperoleh manfaat yang merata,” katanya.
Ia menambahkan, Makam Raja Sidabutar perlu dipromosikan sebagai ikon wisata budaya yang menghubungkan pengunjung dengan sejarah leluhur Batak.
“Kita harus menjadi agen promosi agar wisatawan datang bukan hanya untuk rekreasi, tetapi juga untuk merasakan pengalaman budaya,” tambahnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Social Gracia Community Lina Nurdin Tampubolon mengatakan, kegiatan ini menjadi wujud kasih dan rasa syukur kepada kampung halaman.
“Tempat ini bukan hanya situs sejarah, tapi juga pengingat akan leluhur yang patut dihormati. Kami bersyukur bisa menjadi bagian kecil dari pelestarian sejarah Raja Sidabutar,” ujarnya.
Lina menjelaskan, Social Gracia Community aktif melakukan kegiatan sosial di berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke, tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
“Hidup yang paling indah adalah ketika kita bisa memberi dan berbagi, sekaligus membangkitkan budaya demi kemajuan pariwisata,” tutupnya.



