SAMOSIR – Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk meninjau langsung persiapan venue utama Trail of The Kings (TOTK) 2025 di Segmen V Waterfront City Pangururan, Rabu (15/10/2025). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas dan infrastruktur pendukung siap digunakan menjelang pelaksanaan ajang lari lintas alam internasional yang akan berlangsung pada 17–19 Oktober 2025.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati (SAB) Rudi SM Siahaan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Rudimantho Limbong, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Edison Pasaribu, Kepala Dinas Perhubungan Laspayer Sipayung, serta Direktur RSUD dr. Hadrianus Sinaga, Iwan H. Sihaloho.
Trail of The Kings 2025 merupakan event olahraga wisata (sport tourism) berskala internasional yang akan diikuti peserta dari 26 negara. Waterfront City Pangururan menjadi salah satu pusat kegiatan utama, termasuk area start dan finis untuk beberapa kategori perlombaan.
Saat meninjau lokasi, Bupati dan Wakil Bupati melihat langsung progres pekerjaan yang dilakukan pihak penyelenggara (event organizer). Sejumlah pekerja tampak melakukan pemasangan tenda, pembangunan panggung utama, serta penataan berbagai fasilitas pendukung yang akan digunakan selama pelaksanaan kegiatan.
Selain memeriksa kesiapan area utama acara, rombongan juga memastikan kondisi jalur lintasan, area parkir, fasilitas toilet, serta berbagai sarana pendukung lainnya yang akan digunakan peserta dan pengunjung.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Vandiko berdialog dengan pihak event organizer yang diwakili Arief Wiliadi. Berdasarkan hasil pemantauan, ia optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan sesuai jadwal sebelum pelaksanaan event dimulai.
Vandiko menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur, kebersihan lingkungan, dan kenyamanan pengunjung menjadi faktor penting dalam mendukung kesuksesan penyelenggaraan Trail of The Kings 2025.
“Kegiatan ini akan membawa banyak tamu dan wisatawan ke Samosir. Karena itu, kita harus memastikan semua sudah siap, termasuk kebersihan, penataan lokasi, dan dukungan masyarakat. Samosir menjadi lokasi penting dalam ajang ini. Kita harus tampil maksimal,” ujar Vandiko.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Trail of The Kings tidak hanya diukur dari kelancaran perlombaan, tetapi juga dari dampaknya terhadap promosi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Kehadiran peserta dan wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata serta memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal, termasuk sektor kuliner, penginapan, transportasi, dan UMKM.
Sementara itu, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menyukseskan event internasional tersebut.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan dan mendukung penuh kegiatan ini agar Samosir semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Danau Toba,” kata Ariston.
Ia menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat akan memberikan pengalaman positif bagi peserta dan wisatawan yang datang ke Samosir. Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Pemerintah Kabupaten Samosir optimistis Trail of The Kings 2025 dapat berlangsung sukses sekaligus memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
