Wabup Samosir Pimpin Pendampingan Anak Korban KDRT, Tegaskan Kekerasan Tak Bisa Ditoleransi

Tapanuli, PANGURURAN – Pemerintah Kabupaten Samosir menunjukkan komitmen kuat dalam perlindungan anak dengan memberikan pendampingan langsung kepada dua anak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kecamatan Simanindo.

Pendampingan dipimpin langsung Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk yang mengunjungi kediaman korban untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan hak-hak anak, termasuk pendidikan dan pemulihan psikologis, tetap terpenuhi.

Dalam kesempatan itu, Ariston menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat ditoleransi karena melanggar hukum dan berdampak serius terhadap perkembangan mental korban.

“Jangan sampai terjadi lagi KDRT, baik kepada istri maupun anak. Hak anak dilindungi undang-undang dan kekerasan fisik memiliki konsekuensi pidana,” tegas Ariston.

Ia juga mengapresiasi keberanian seorang guru yang pertama kali melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwenang. Menurutnya, kepedulian tenaga pendidik sangat penting dalam mencegah dan mengungkap kasus kekerasan terhadap anak.

Selain memberikan motivasi dan bantuan, Ariston menyatakan Pemkab Samosir berkomitmen membantu kebutuhan pendidikan kedua korban hingga menyelesaikan sekolah dasar serta memastikan pendampingan psikologis terus dilakukan.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Samosir, Priska Situmorang, mengatakan pemerintah terus memberikan pendampingan dari sisi psikologis maupun hukum. Kedua korban telah menjalani pemeriksaan medis dan akan terus dipantau hingga proses pemulihan selesai.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Samosir, Ny. Kennauli Ariston Tua Sidauruk, mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam memberikan kasih sayang dan perlindungan kepada anak agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir menegaskan komitmennya untuk hadir melindungi anak serta memastikan setiap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ditangani secara serius hingga tuntas.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles