MEDAN -Maraknya kasus bullying, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan meningkatnya tekanan sosial menjadi perhatian serius Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sumatera Utara. Organisasi ini mendorong agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyediakan layanan konseling psikologis gratis di fasilitas kesehatan masyarakat seperti puskesmas.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua HIMPSI Sumut Siti Aisyah, bersama Sekretaris HIMPSI Sumut Emilya Ginting, Psikolog, CPHt, saat bertemu Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan Afif Abdillah di ruang Fraksi NasDem, Senin 20 Oktober 2025 lalu.
Menanggapi gagasan tersebut, Afif Abdillah menyambut baik dan menyatakan siap mendorong realisasi program kesehatan mental (Mental Health) di Kota Medan. Menurutnya, wacana ini sebenarnya sudah pernah dibahas, namun belum ditindaklanjuti secara konkret, Jelasnya kepada wartawan, Minggu (26/10/2025).
Afif menambahkan, inisiatif HIMPSI ini sejalan dengan program kesehatan mental Pemko Medan yang tengah dirancang. Ia berjanji akan mendorong agar program ini dapat diujicobakan di beberapa titik puskesmas pada tahap awal. Afif menegaskan pentingnya layanan kesehatan mental bagi masyarakat, terutama bagi korban KDRT, kekerasan anak, maupun bullying di sekolah dan tempat kerja.
Menurutnya, puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga keberadaan psikolog atau tenaga konselor di sana bisa membantu masyarakat menangani gangguan mental sejak dini.
Dalam kesempatan itu, Afif juga menyoroti hasil riset yang menunjukkan 6 dari 10 remaja di Indonesia memiliki kecenderungan berpikir untuk bunuh diri. Ini alarm serius bagi kita semua, terutama karena generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha sangat rentan. Mereka perlu ruang aman untuk bicara dan mendapatkan dukungan profesional, tegasnya.
Afif memastikan program ini akan diusulkan masuk dalam APBD Kota Medan Tahun 2026 melalui Dinas Kesehatan Kota Medan. Ia berharap pemerintah kota dapat bekerja sama dengan HIMPSI Sumut untuk menyiapkan tenaga psikolog profesional yang siap melayani masyarakat.(jn/amr)



