Tapanuli.online – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat transformasi digital melalui kerja sama strategis dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa). Kolaborasi yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Menara BTN, Jakarta, Rabu (15/7/2026), menjadi bagian dari upaya BTN mempercepat transformasi menjadi bank modern di bawah ekosistem Danantara Indonesia. Kerja sama ini difokuskan untuk memperkuat infrastruktur sistem pembayaran, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas layanan keuangan digital bagi masyarakat.
Senior Executive Vice President (SEVP) Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan kerja sama tersebut sejalan dengan transformasi bisnis perseroan yang kini tidak lagi hanya berfokus sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan. BTN tengah mengembangkan diri menjadi pengelola ekosistem hunian yang menyediakan berbagai layanan keuangan secara terintegrasi.
“Ke depan, nasabah tidak hanya memperoleh fasilitas KPR, tetapi juga berbagai layanan pendukung seperti asuransi, transaksi perbankan, serta berbagai solusi keuangan yang terintegrasi dalam satu ekosistem,” ujar Thomas.
Menurut Thomas, transformasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan nasabah secara lebih menyeluruh. BTN ingin hadir tidak hanya dalam pembiayaan kepemilikan rumah, tetapi juga menyediakan berbagai layanan keuangan dan kebutuhan gaya hidup bagi individu maupun keluarga yang menghuni rumah tersebut.
Ia menjelaskan, hubungan jangka panjang dengan nasabah kredit pemilikan rumah (KPR) yang memiliki tingkat loyalitas tinggi menjadi modal penting bagi BTN untuk memperluas layanan sekaligus meningkatkan keterikatan nasabah melalui beragam produk dan layanan tambahan.
Percepatan transformasi digital BTN tercermin dari pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat. Hingga Juni 2026, volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BTN mencapai 118,09 juta transaksi, meningkat 163 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Nilai transaksi QRIS juga tumbuh 170 persen menjadi Rp9,52 triliun.
Selain itu, jumlah Agen Laku Pandai BTN meningkat 24 persen menjadi 6.843 agen, dengan kontribusi nilai transaksi finansial mencapai Rp176 miliar.
“Kami membutuhkan infrastruktur sistem pembayaran yang andal, tangguh, aman, dan memiliki kapasitas tinggi agar mampu mengimbangi pertumbuhan transaksi digital yang sangat pesat,” kata Thomas.
Direktur Utama Artajasa Haryati Lawidjaja menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung transformasi digital BTN melalui penyediaan infrastruktur pembayaran yang cepat, efisien, tangguh (resilien), dan tepercaya.
“Transformasi digital membutuhkan fondasi infrastruktur yang kuat, andal, dan tepercaya. Melalui kolaborasi ini, Artajasa berkomitmen mendukung BTN dalam memperkuat kapabilitas sistem pembayaran agar mampu menjawab pertumbuhan transaksi digital dan kebutuhan layanan keuangan yang terus berkembang,” ujar Haryati.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut tidak hanya memperluas konektivitas layanan pembayaran, tetapi juga membuka peluang inovasi yang memberikan nilai tambah bagi nasabah. Menurutnya, teknologi berperan penting dalam membangun kepercayaan, memperluas akses layanan keuangan, dan mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan.
Melalui nota kesepahaman tersebut, BTN dan Artajasa akan mengembangkan sejumlah layanan strategis, antara lain pengelolaan switching QRIS, integrasi layanan penyedia tagihan (billing provider), penguatan platform transaksi Agen Laku Pandai BTN, pengembangan layanan QR lintas negara (QR cross-border) melalui skema Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD), layanan penarikan tunai tanpa kartu (cardless cash withdrawal), serta eksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pengelolaan data.
Thomas menilai kolaborasi tersebut akan memperkuat kapabilitas infrastruktur pembayaran BTN sekaligus membuka peluang pengembangan layanan digital yang lebih inovatif.
“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah secara bisnis bagi kedua perusahaan, tetapi juga menghasilkan sinergi jangka panjang yang saling menguntungkan,” katanya.
Kerja sama BTN dan Artajasa merupakan bagian dari penguatan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia. Melalui dukungan tersebut, BTN mempercepat transformasi menjadi bank modern dengan menitikberatkan pada efisiensi operasional, optimalisasi permodalan, serta pengembangan layanan beyond mortgage atau layanan yang melampaui pembiayaan perumahan.(to/**)
